Tampilkan postingan dengan label Budidaya Kelinci. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Kelinci. Tampilkan semua postingan

Peluang Usaha Ternak Kelinci

Ternak kelinci bisa anda jadikan alternatif lain selain beternak sapi atau beTernak Lele. Ternak kelinci besar kecilnya keuntungan tergantung modal awal anda. Sebab dengan semakin banyak kelinci indukan maka semakin banyak pula peranakannya.

Akan tetapi dengan modal yang tak begitu besar / pas-pasan juga masih bisa di kembangkan. Ternak kelinci sangat cocok bagi anda yang ingin cari usaha atau cari kesibukan di rumah. Sebab kelinci adalh penghasil daging, bisa sebagai alternatif kebutuhan gizi anak-anak atau keluarga.

Ada juga yang kelinci hias. Tentu yang kelinci hias harganya lebih mahal dari yang pedaging. Kelinci hias di antaranya : Angora, lion, dan rex totol. Kelinci yang pedaging diantaranya adalah : Vlaams, New Zealand, White England dll.

Kelinci juga dikenal sebagi penghasil anak atau bibit, tentu ini sangat baik jika anda kosentrasikan untuk penjualan bibit. Kelinci juga penghasil bulu yang di butuhkan untuk bahan-bahan industri. sebagai contoh adalah kelinci jenis angora.

Dalam setahun seekor kelinci angora mampu menghasilkan 100-200 gram wool dengan 4 kali pemotongan. Jika anda berniat untuk membuka usaha ternak kelinci, Perhatikan poin-poin di bawah ini.

1. Penggunaan bibit unggul
2. perkandangan yang memenuhi syarat
3. pemberian ransum yang tepat (kwantitas dan kualitas)
4. Pencegahan penyakit
5. Pemasaran hasil atau produk

Kiat-kiat memilih kelinci yang baik :
- Pergerakan lincah dan aktif
- Mempunyai nafsu makan yang tinggi
- Performance tubuh seimbang (besar kepala dengan panjang tubuh dll)
- Bermata bulat bercahaya, selaput matanya bersih, mempunyai pandangan yang tajam dan cerah
- Telinganya lebar dan panjang minimal 10 cm
- Bagian-bagian yang berlubang (hidung, mulut, telinga, dubur) terlihat bersih
- Berkaki normal (terlihat kuat, kokoh dan berkuku pendek)
berbadan bulat, berdada lebar, padat dan singset
- Berbulu bersih, licin, halus, mengkilat dan rata
- Ekornya terlihat kecil, tumbuh lurus ke atas dan tampak menempel ke punggung serta bentuknya tidak miring
- tanda lain untuk induk betina adalah mempunyai cukup bulu untuk membuat sarang beranak, mempunyai pinggang yang lebar dan jumlah putting susu paling sedikit 8

Lokasi
- sinar matahari yang masuk cukup
- bersuhu sejuk, berkisar antara 15-20°C
- mempunyai ventilasi yang baik untuk pergerakan udara
- tempatnya kering
- lingkungannya tenang dan tak jauh dari rumah, karena berhubungan dengan keamanan ternak
- diusahakan disekitar kandang terdapat naungan

Kandang
- Bahan murah, awet, dan mudah di dapat
- Mampu melindungi ternak dari cuaca buruk
- Mempunyai tempat pembuangan kotoran
- Lantai kandang dapat dibuat dari kawat, bambu dan kayu
- Ukuran kandang bisa flexible, bisa dipakai patokan ukuran pxlxt : 90×60×60 cm, sarang beranak berukuran pxlxt : 40×30×30 cm

Makanan
Makanan kelinci yang baik adalah yang terdiri dari sayuran hijauan, biji-bijian, dan makanan penguat (konsentrat).
Makanan hijauan yang diberikan antara lain semacam rumput lapangan, limbah sayuran seperti kangkung, selada air, daun bunga kol, daun wortel, wortel, dan lain-lain. Sayuran hijau yang akan diberikan pada kelinci ini kalau bisa telah dilayukan dan jangan dalam keadaan segar. Proses pelayuan selain untuk mempertinggi kadar serat kasar, juga untuk menghilangkan getah atau racun yang dapat menimbulkan kejang-kejang atau mencret.
Biji-bijian bisa berupa jagung yang digiling halus (hanya untuk campuran konsentrat)
Konsentrat : polard (kulit gandum), dedak halus, ampas tahu (terbatas).

Jadwal pemberian pakan :
Hijauan dengan jumlah sedikit diberikan sekitar pukul 07.00 atau 08.00 pagi setelah kandang dibersihkan terlebih dulu, kemudian pada pukul 10.00 pagi diberikan konsentrat, dan pada pukul 15.00 diberikan hijauan lagi tapi dalam jumlah yang banyak

Banyaknya pakan yang diberikan
Konsentrat untuk Induk bunting sekitar 1 ons/hari, dan untuk induk menyusui : 1,5-2 ons/hari, sedang hijauan diberikan secara bebas. Konversi pakan yang bagus adalah 3:1.

Pencegahan penyakit
Penyakit kelinci yang sering timbul adalah kudis (scabies), mencret dan perut kembung. Untuk kudis anda bisa mengobatinya dengan vormectin yang bisa kita beli di poultry shoup terdekat. Mencret disebabkan pola makan yang salah atau makanan yang diberikan sudah basi hijauan banyak mengandung air sedikit serat. Untuk penyakit perut kembung bisa dicegah dengan tidak memberikan pakan yang masih basah atau kandungan airnya cukup tinggi. Cara mengobatinya adalah dengan pemberian obat sulfa seperti norit atau minyak adas.

Pemasaran hasil atau produk
Produk atau hasil dari beternak kelinci adalah sebagai berikut :
1. Daging/karkas
2. Anakan/bibit
3. Bulu/kulit
4. Penelitian
5. Kotoran

Nah, Bagaimana….anda berminat…..?

Sumber : http://peluangusaha-oke.com/peluang-usaha-ternak-kelinci/

Usaha Peternakan Kelinci

Ada banyak cara untuk memberdayakan masyarakat untuk mengembangkan perekonomian. Salah satunya adalah apa yang telah dilakukan warga desa sendangsari Minggir Jogja yang menghimpun diri untuk membuat kelompok peternakan kelinci.

Alasan pengembangan usaha peternakan kelinci adalah untuk pemberdayaan masyarakat yang kurang mampu. Terlebih lagi untuk bahan makanan kelinci yang tidak terlalu sulit dan mahal yaitu berupa rumput.

Salah satunya adalah Suharyanto, Yang tinggal di dukuh bandan desa sendangsari kecamatan Minggir kabupaten Sleman. Alasan pemilihan jenis ternak kelinci ini adalah karena perawatannya mudah, yaitu pakannya cuma rumput. Pakan tambahan katul, untuk penggemukkan.

Sebelum memulai ternak kelinci, Suharyanto mengunjungi peternak-peternak kelinci dengan skala besar dan cukup lama menggeluti usaha ini untuk bertanya mengenai prospek usaha tersebut. Menurut mereka, usaha ternak kelinci prospeknya sangat bagus. Bukan cuma dagingnya saja yang bisa dimanfaatkan tetapi kotorannya juga laku dijual, misal urin dan kotoran padat.

Dari segi produksi ternaknya, sepasang indukan bisa mengalami masa kawin 3 kali dalam setahun. Kawin bunting 1 bulan, lahir hingga usia anakan 2 bulan bisa dijual. 1 minggu s.d 10hari, indukan bisa dikawinkan lagi. Sekali melahirkan, setiap indukan bisa menghasilkan rata-rata jumlah anakan bisa mencapai 6-7 ekor. Jenis bibt bermacam-macam, yaitu:

* Jenis ram, khusus untuk kelinci peternak atau pembibitan, diperoleh dari peternak pembibitan
* Jenis bigon, khusus untuk kelinci pedaging atau konsumsi (sate atau tongseng), hasil persilangan antara jawa dengan ram, yang diperoleh dari peternak.

Awal Modal pertama 1 babon/indukan, setelah berjalan beberapa waktu kok dirasa mudah, akhirnya menambah 1 indukan lagi. Seorang famili melihat prospek kelinci tersebut tertarik untuk memberi modal. Modal untuk kandang 2juta, bibit 3 juta, kandang kecil 1juta dan sekarang mencapai 15 ekor indukan pada akhir januari 2009.

Untuk Pakan kelinci adalah rumput: biasanya mencari sendiri karena di lingkungan sekitar banyak, dan sebelum diberikan ke kelinci harus dibiarkan dahulu sampai layu karena rumput dalam kondisi segar dan basah mengandung banyak air sehingga bisa mengakibatkan kelinci kembung yang cukup riskan untuk kesehatan kelinci.

Untuk merangsang pertumbuhan kelinci pedaging, diberi makan katul dan ampas gandum. Sedangkan peternak besar biasanya katul dicampur ampas tahu yang sudah diperas, komposisi ini lebih bagus untuk kelinci. Biaya pakan, katul Rp1600/kg, untuk 15 indukan butuh 10kg/minggu.

Penyakit Kelinci
Dalam beternak kelinci, hal yang paling penting unutk diperhatikan adalah kebersihan kandang karena akan menjauhkan unsur penyakit, terutama gudik/korengan. Kelinci sangat riskan dengan penyakit gudik, bila sudah terlanjur terjangkiti maka tinggal disuntik dengan wermaisin sehingga koreng bisa langsung kering.

Yang kedua, harus teliti dalam mengamati kesehatan kelinci. Apabila kondisi kotoran kelinci dalam kondisi cair, harus segera ditangani. Kesulitan yang dihadapi dalam beternak kelinci, mayoritas peternak mengalami kesulitan dalam proses melahirkan anakan-anakan kelinci, terutama pada kondisi cuaca yang tidak menentu atau pergantian suhu yang signifikan.

Bila kondisi stabil dalam kondisi suhu panas atau dingin dalam waktu yang cukup lama, kondisi ini bagus dan mempermudah bagi indukan yang mau melahirkan. Tetapi bila kondisi suhu yang berubah-ubah cukup drastis, hal ini akan menyulitkan indukan ketika mau melahirkan.

Dalam manajemen usahanya, setiap pengeluaran selalu dicatat. Begitu pula, jumlah indukan dan jumlah anakan yang baru lahir. Setiap kelahiran anakan selalu disisakan 1 ekor untuk regenerasi, lainnya dijual. Organisasi usaha belum ada karena masih ditangani sendiri. Hanya saja, tergabung dalam kelompok peternak dan sudah tercatat di PPL Kecamatan Minggir.

Pemasaran
Sebelum melakukan pemasaran menjalin hubungan dengan peternak-peternak besar, selalu konsultasi atau crosscheck dengan peternak-peternak besar karena peternak-peternak besar sering kesulitan dalam memenuhi permintaan konsumen langsung (end user).

Untuk Jenis Kelinci hias, ada beberapa jenis dan paling diminati adalah three colour (3 warna) dan segmennya adalah menengah ke atas. Papilon atau dua warna. Martin, bagian atas hitam dan perut putih.

Kelebihan kelinci hias, bulunya halus. Jenis vlam, postur tubuhnya panjang dan besar serta mempunyai telinga yang lebar. Jenis spot, spot hitam dan spot merah, termasuk kelinci unggulan. Jenis vlam dan spot termasuk kelinci yang banyak diminati oleh hobiis.

Kompetitor
Diantara peternak kelinci tidak ada rasa persaingan dan setiap peternak selalu menjalin kerjasama dengan peternak lain. Terutama peternak-peternak besar selalu mau membantu atau memberi bimbingan kepada peternak-peternak pemula dalam menjalankan usaha ini.

Harga
Harga kelinci tergantung usianya. Jenis vlam atau spot ukuran besar dengan usia 2 bulan bisa mencapai Rp150.000/pasang. Ukuran sedang Rp60-70ribu/pasang. Bligon (jawa-vlam) usia 2 bulan Rp40-50rb. Kalo indukan, bligon diatas 160rb/ekor tergantung postur tubuh. Spot dan vlam indukan diatas Rp200rb, tergantung postur tubuhnya juga.

Pemasaran hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan peternak besar dalam melayani klien mereka dan bila terjadi kesepakatan harga, jika jumlahnya sedikit, kelinci bisa diantar atau pembeli (peternak besar) ambil sendiri jika jumlahnya cukup banyak.

Vlam dan spot usia 4-5 bulan Rp150-200rb/ekor, tergantung ukuran dan kondisi fisik. Bligon usia 4-5 bulan Rp50-60rb/ekor. Rex three color 4-5bulan Rp100-150rb, tergantung ukuran dan kondisi fisik.

Keuangan.
Omset siklus produksi 3 bulan, dalam kondisi lancar, setelah masa bunting 1 bulan dimana rata-rata setiap 1 indukan menghasilkan 6 ekor anakan≈3 pasang dan 2 bulan kemudian anakan dijual dengan harga Rp60rb/pasang. Sebagai pemula, dengan kondisi suhu yang selalu berubah-ubah, tingkat kelahiran sangat kecil. Dari 6-7 ekor yang lahir hanya berhasil 2 ekor.

Sumber : http://bisnisukm.com/usaha-peternakan-kelinci.html

Budidaya Kelinci, Berawal Dari Hobi Yang Menjadi Ladang Bisnis

Menekuni peluang bisnis yang berawal dari hobi kini menjadi trend di berbagai kalangan masyarakat. Tidak sedikit bisnis yang diawali dengan hobi tersebut menjadi sumber mata pencaharian utama. Salah satu bisnis yang berawal dari kesenangan atau hobi tersebut adalah berbisnis budidaya kelinci. Adalah Nurshaleh Fathoni, pemuda berusia 22 tahun tersebut awalnya menggeluti bisnis kelinci hanya sebagai hobi pengisi waktu luang. Namun seiring berjalannya waktu, hobi yang dia tekuni tersebut mulai mendatangkan pundi-pundi rupiah di kantongnya. Sehingga dia dan keluarga memutuskan untuk lebih menekuni dunia kelinci sebagai lahan bisnisnya.

Berawal di tahun 2004, Fathoni dan Bapak Jarwadi (47) memelihara sepasang indukan kelinci karena tertarik dengan kelucuan dan keindahan bulu-bulunya. Namun, ketika indukan tersebut mulai beranak pinak, ternyata banyak rekan yang tertarik untuk membeli dan memiliki anakan kelinci tersebut. Dan tanpa berpikir panjang, di tahun 2005 Fathoni dan keluarga mulai mengembangkan kelinci dari berbagai ras terutama kelinci pedaging sebagai lahan bisnisnya. Pada awal menekuni usahanya tersebut, mereka masih mengandalkan pemasaran bisnis dari mulut ke mulut sesama rekan atau tetangga. Hingga di tahun 2007, Fathoni mulai mengandalkan media online sebagai ujung tombak pemasaranya. “Mulai ke online awalnya menggunakan blog, kemudian portal gratis hingga saat itu juga menggunakan friendster yang memang sedang booming”, kata Fathoni ketika ditemui di rumahnya Jowah VI Sidoluhur Godean Sleman.

Bengkel Rabbit kini digunakan Fathoni sebagai nama usaha kelinci yang digelutinya. Dan saat ini, Bengkel Rabbit mengembangkan 4 macam ras kelinci sebagai komoditas bisnisnya, yaitu Rex, Dutch, Lop, dan Flemish. Di sebuah bangunan rumah yang dijadikan tempat budidayanya, Bengkel Rabbit mempunyai kurang lebih 40 ekor kelinci dari mulai anakan hingga indukan. Kelinci-kelinci tersebut terjajar rapi di beberapa kandang dari bambu hasil kreasi sendiri dari Fathoni dan Ayahnya.

Menurut Fathoni, membudidayakan kelinci sebenarnya tidak terlalu sulit.” Dibutuhkan ketekunan mengamati perkembangan kelinci dari perkawinan, kelahiran, pemisahan dengan induk, hingga perawatan agar kelinci tidak mudah sakit,” imbuh Fathoni tentang hal apa saja yang diperlukan untuk budidaya kelinci.

Kendala yang selama ini ditemui Bengkel Rabbit dalam membudidayakan dan berbisnis kelinci yang paling utama adalah penyesuaian suhu dan faktor pengiriman jarak jauh. Untuk pengiriman jarak jauh, Bengkel Rabbit masih mencoba menemukan solusi yang efektif agar kelinci yang dikirim nantinya tidak mati dalam perjalanan. Meskipun begitu, sejauh ini Bengkel Rabbit sudah banyak memenuhi pengiriman kelinci dari berbagai wilayah diantaranya Bali, Jakarta, serta daerah-daerah di Jawa Tengah.

Kelinci-kelinci hasil budidaya Bengkel Rabbit juga tergolong berkualitas. Hal itu dibuktikan dengan beberapa thropy yang berhasil dimenangkan Bengkel Rabbit di beberapa contest yang diadakan di wilayah Jogja dan sekitarnya. Dan bisa dipastikan, kelinci yang pernah memenangi contest pasti memiliki harga jual yang tinggi.

Di akhir kunjungan tim bisnisUKM ke Bengkel Rabbit, Fathoni juga berharap bagi siapa saja yang ingin belajar bagaimana membudidayakan kelinci yang baik dan benar silakan datang saja ke rumahnya namun harus konfirmasi terlebih dahulu.



Sumber : http://bisnisukm.com/budidaya-kelinci-berawal-dari-hobi-yang-menjadi-ladang-bisnis.html

Peluang Emas Budidaya Kelinci Hias

Budidaya kelinci memang menggiurkan. Apalagi kelinci hias, harganya bisa 10 kali lipat harga kelinci konsumsi. Urine dan fecesnya pun bisa dijadikan fulus.

Apabila hobi Anda berwisata kuliner pasti sependapat bahwa restoran dengan menu daging kelinci kian menjamur. Teksturnya yang lembut dan gurih makin digemari karena kandungan kolesterol daging kelinci jauh lebih rendah dibandingkan daging sapi atau kambing sehingga lebih sehat bila dikonsumsi. Sejatinya budidaya kelinci telah lama pula dilakukan orang. Sebab keuntungan beternak kelinci lumayan menggiurkan. Binatang ini sudah siap kawin ketika memasuki usia enam bulan dan masa buntingnya relatif pendek, yakni 29-31 hari. Sekali reproduksi kelinci beranak 4-12 ekor anak, artinya tidak butuh waktu lama untuk mencapai titik impas usaha.

Namun tidak hanya itu, seiring berkembangnya kelompok masyarakat penyuka binatang hias, hewan imut-imut bertubuh mungil dengan bulunya yang lembut itu telah masuk hitungan sebagai incaran para pehobi. Maka dari sisi nilai ekonomi jelas semakin menguntungkan.

Rudy Hustamin yang telah lebih dari tujuh tahun menggeluti usaha ternak kelinci, khususnya kelinci hias, mengatakan hal serupa. “Lebih menguntungkan kelinci hias karena bermain di dunia hobi. Kalau berhubungan dengan hobi orang tidak pernah melihat uang, berapa saja berani. Jenis New Zealand untuk konsumsi dilepas di pasaran dengan harga Rp 10.000. Sedangkan kelinci hias jenis hotot dijual Rp 100.000,” ujarnya.

Lebih rinci, kelinci hias mulai memiliki nilai jual setelah 2,5 bulan. Dalam setahun seekor indukan mengalami tiga kali masa kawin atau tiga kali bunting. Taruh kata, rata-rata sekali beranak melahirkan 5 ekor, berarti dalam setahun menghasilkan 15 anakan. Dengan harga jual Rp Rudi Hustamin75.000,00-Rp 100.000,00, maka setahun per ekor bisa menghasilkan pendapatan hingga Rp 1.500.000,00, dengan kelangsungan hidup mencapai umur 4 tahun. Indukan yang sudah tidak produktif tersebut masih memiliki nilai ekonomis, yakni sebagai hewan potong di resto atau warung sate kelinci.

Memang benar, untuk memenuhi selera konsumen, Rudy tidak hanya mengandalkan satu jenis kelinci lokal, melainkan juga mendatangkan beberapa jenis kelinci hias dari luar negeri, seperti lop, angora, rex, hotot, dutch, dwarf, lion, maupun flemish giant. Perbedaannya, apabila kelinci lokal secara fisik bagian mulut dan telinganya lebih panjang, tubuhnya relatif lebih besar dengan bobotnya 2-3 kg dan biasanya terdapat pola-pola di atas bulu, kelinci jenis impor lebih variatif. Ada kelinci berjenis kuping turun, kuping kecil, dan sebagainya. Kelinci jenis hotot yang paling besar bobot tubuhnya hanya 1,5 kg. Tetapi terdapat pula kelinci impor, yakni flemish giant, per ekor beratnya bisa mencapai 10 kg.

Untuk segi pemeliharaan, secara umum antara kelinci hias dengan kelinci lokal, yang sebagian besar hanya untuk keperluan konsumsi, tidak berbeda jauh. “Tetapi karena asalnya dari luar negeri maka perlu sedikit adaptasi. Kelinci hias lebih gampang mati, kelinci lokal tidak,” Rudy menjelaskan. Yang paling pokok, setiap hari kebersihan kandang harus dijaga. Sebab kalau tidak, binatang-binatang ini rentan penyakit, terutama diare, scabies, dan radang paru-paru.

Sementara itu mengenai biaya operasional, khususnya pakan kelinci hias, peternak tidak boleh hanya bergantung pada rumput atau kangkung saja melainkan harus disertai makanan tambahan. Tapi jangan khawatir, dalam hitungan akhir, jatuhnya biaya malah lebih murah. Rudy mengaku biasa memberikan pellet buatan dari bahan dedak, bungkil kedelai, dan ampas kelapa. Dalam sebulan ia bahkan memproduksi sendiri tidak kurang dari 20 ton pellet untuk dipasarkan dengan berbagai nama merek. “Kita punya induk sekitar 1.300 ekor, hanya membutuhkan sekitar 6 karung rumput setiap hari, ditambah pakan konsentrat 70 kg. Efisien sekali, kalau hanya pakai rumput, sehari harus satu truk,” akunya.

Di Bandung, Jawa Barat, Rudy telah memiliki kandang berbaterai berisi sekitar 1.300-2.000 indukan, dan mempekerjakan kurang lebih 50 orang. Setiap minggunya ia biasa mengirim kelinci hias ke seluruh pet shop di Jakarta dan sekitarnya sebanyak 600-700 ekor. Namun bukan hanya kelinci hias atau penjualan pellet saja, Rudy bertutur, terdapat beberapa penghasilan tambahan lain pula. Pasalnya baik urine (air kencing) atau feces (kotoran) kelinci memiliki nilai jual tinggi. Urine yang ditampung lalu dikemas dalam botol dan diberi label, dijual sebagai pupuk organik Rp 10.000,00/liter. Dalam sebulan paling tidak ia bisa mengumpulkan 1.500 botol. Sementara itu feces dicampur dengan abu sekam sisa bahan bakar pabrik tahu miliknya, di Jakarta laku Rp 6.000 per sak sebagai pupuk tanaman. “Setiap minggu kita bisa kirim sekitar 800 karung. Lebih gede sampingannya,” imbuhnya sambil tersenyum.

Menurutnya, beberapa waktu terakhir prospek cerah kelinci hias semakin bertambah setelah merebak kasus flu burung. Sedikit demi sedikit binatang unggas mulai ditinggalkan, kemudian orang ganti melirik kelinci. Maka sebagai antisipasi akan permintaan pasokan yang terus meningkat ia mengembangkan plasma di daerah Ciwidey dan menyiapkan sebuah lokasi berkapasitas lebih besar di Cipanas. “Ke depan akan ramai sampai ke luar kota. Kita sudah masuk sampai ke Samarinda, dan Papua,” ujar pengusaha yang kini sudah merambah budidaya hamster, sapi perah, pabrik tahu, hingga jual-beli perusahaan tersebut.

Bisnis penangkaran hamster pria kelahiran Jambi 1972 ini pun boleh dibilang berhasil. Tiap minggu Rudy dapat menjual 2.000-3.000 ekor binatang pengerat mirip tikus tersebut ke seluruh Jabodetabek, ditambah ekspor sebulan sekali sebanyak 3.000 ekor ke Arab Saudi. Bersamaan dengan itu ia juga mengirim kelinci hias sekitar 300-400 ekor tiap satu atau dua bulan sekali.

Menyinggung pengembangan budidaya kelinci hias dengan sistem plasma, Rudy berujar, jikalau hal itu relatif lebih mudah dijalankan, dikarenakan beternak kelinci lebih bagus apabila tidak dipelihara dalam satu kelompok berjumlah besar. Alasan utama pengelolaan akan lebih mudah dilakukan, seperti merawat kebersihan kandang dan mengawinkan indukan setiap hari.

“Saya punya planning di masa depan akan mengajak kerja sama pemerintah, kalau nanti sudah siap, saya akan menyiapkan bibit yang bagus sekitar 5.000 ekor untuk proyek masyarakat di daerah tertinggal. Kelinci itu berkembang biaknya cepat, sehingga minimal membantu penyediaan protein hewani,” katanya seraya mengaku, pada awalnya pun ia hanya berpikir untuk berbisnis kelinci potong, bukan untuk binatang hias. “Karena di Jakarta ternyata lebih respek untuk hias,” imbuhnya beralasan.

Sejarahnya, selepas terjadi krisis ekonomi pada tahun 1998, mantan karyawan di perusahaan IT tersebut mulai mencari kesempatan membuka usaha sendiri. Setelah sekian waktu menimbang-nimbang, tahun 2000 ia tertarik pada budidaya kelinci yang menurutnya waktu itu belum banyak pesaing. Saat itu dia mempercayakan modal Rp 12 juta kepada salah seorang kenalan untuk mengelola usaha tersebut di Cianjur, Jawa Barat. Tetapi sayang tidak berjalan mulus, hanya berjalan 3 bulan akhirnya berantakan.

Tidak patah semangat, tahun 2001 ia mulai usaha kelinci hias tersebut di daerah Bandung dan tidak lagi mengandalkan orang lain, melainkan ditangani sendiri. Rudy juga gigih dalam hal pemasaran, seminggu sekali, atau tiap ada kesempatan, ia sambangi setiap pet shop di Jakarta satu per satu, sehingga akhirnya membuahkan hasil. Meskipun pada awalnya banyak yang kurang yakin kelinci bisa hidup dengan hanya diberi makanan pellet, namun setelah terbukti, seterusnya pemasaran pun berjalan lancar. Bahkan khusus untuk pakan, dalam sebulan ia bisa menjual sampai 20 ton dengan harga Rp 4 ribu - Rp 6 ribu per kilogram.

“Saya mulai, benar-benar dari nol. Dari semula berupa kandang kayu, sekarang sudah punya kandang kawat. Syukurlah, sekarang kita juga akan segera memperluas usaha di Cipanas, lahan sudah disediakan. Rencananya berkapasitas muat 5000 ekor indukan,” tuturnya. Omsetnya, sebulan jelas mencapai ratusan juta. Kurang percaya? Silahkan dibuktikan sendiri!

source: www.majalahpengusaha.com
http://amblogfree.blogspot.com/2010/04/peluang-emas-budidaya-kelinci-hias.html

Budidaya Ikan Sidat